Apa yang ditampilkan di belakang buku novel adalah sebuah cara bagi penulis untuk menarik minat pembaca untuk sekedar membuka halaman pertama. Ada sebuah tulisan di bagian belakang novel yang membuat saya tertarik untuk membaca lebih dari sekedar halaman pertama. Tulisan Agustinus Wibowo pada novel Titik Nol - Makna sebuah perjalanan membuat saya penasaran dan ingin membaca lebih jauh isi novel tersebut.

Image result

muhdhito.me

Titik Nol

"Jauh. Mengapa setiap orang terobsesi oleh kata itu? Marco Polo melintasi perjalanan panjang dari Venesia hingga negeri Mongol. Para pengelana lautan mengarungi samudra luas. Para pendaki menyabung nyawa menaklukan puncak.

Juga terpukau pesona kata "jauh", si musafir menceburkan diri dalam sebuah perjalan akbar mengelilingi dunia. Menyelundup ke tanah terlarang di Himalaya, mendiami Kashmir yang misterius, hingga menjadi saksi kemelut perang dan pembantaian. Dimulai dari sebuah mimpi, ini adalah perjuangan untuk mencari sebuah makna.

Hingga akhirnya setelah mengelana begitu jauh, si musafir pulang, bersujud di samping ranjang ibunya. Dan justru dari ibunya yang tidak pernah ke mana-mana itulah, dia menemukan satu demi satu makna perjalanan yang selama ini terabaikan."

Sebuah kutipan yang membakar para pengelana untuk mengukur kembali jalanan, untuk menikmati setiap proses petualangan dan bertemu dengan hal baru. Sebuah catatan yang memicu rasa ingin tahu batas diri dan untuk kembali mempelajari cara beradaptasi setelah menanggalkan titik nyaman dalam hidup. Bahkan sebelum membaca bukunya secara utuh.

Dan pasti mereka akan bilang "Ayok kapan kita kemana?"