Pertama saya menjejakan kaki di Tebing Breksi Jogja adalah ketika ada event Club motor CB Yogyakarata tahun 2014. Tema gathering saat itu adalah Gugur Gunung (kalau tidak salah). Tebing Breksi Jogja saat itu sedikit sulit untuk dijangkau, karena belum menjadi tujuan wisata populer seperti saat ini. Bahkan jika dibandingkan dengan keadaan sekarang sungguhlah jauh berbeda.

A photo posted by Febri Valentino (@mbieng) on

Tebing Breksi saat event motor CB 2013

Saat itu kondisi Tebing Breksi hanyalah sebuah tambang yang terbengkalai yang ditinggalkan begitu saja. Para pengguna instagram yang suka meng-eksplore keindahan alam Jogja mengunggah gambar Tebing breksi ini. Akhirnya masyarakat sekitar dengan bantuan dari pihak terkait melakukan perubahan Tebing Breksi Jogja yang semakin lama semakin banyak pengunjung karena penasaran terhadap keindahan alam Jogja.

Pahatan wayang dan tempat pementasan seni budaya

Pembenahan Tebing Breksi yang matang dan terkonsep dengan baik menghasilkan tempat wisata yang bukan hanya untuk pengambilan gambar, tetapi menjadi tempat wisata yang memiliki fungsi dan tujuan yang jelas. Salah satunya menjadi tempat untuk menampilkan pementasan seni dan budaya. Bagian tebing nya dipahat sedemikian rupa menjadi rapi dan memiliki makna. Konsep pembenahan mirip dengan rencana pembangunan kompleks Garuda Wisnu Kencana yang ada di Bali.

tebing breksi jogja

@ghazimuwaffaq

Selain itu beberapa seniman masih terlihat memahat tokoh perwayangan di tebing nya. Salah satunya adalah Pak Roso yang sedang memahat tokoh Arjuna. Lokasinya yang masih berada di dekat kompleks Candi Ijo dan Candi Boko menjadikan-nya lokasi wisata unggulan Yogyakarta.

Semoga dengan pengelolaan yang baik akses ke lokasi dan sarana prasarananya menjadi lebih baik. Sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan Yogyakarta secara utuh. Karena seperti yang kita tahu Yogyakarta itu Istimewa!!