Mendaki gunung sudah menjadi pilihan wisata yang mainstream bagi kalangan anak muda saat ini, pendakian bukan lagi hal yang menakutkan. Mendaki gunung menjadi hal yang menyenangkan, bahkan hampir setiap akhir pekan gunung di wilayah jawa menjadi tujuan untuk sekedar menjauhkan diri dari penatnya kota.

Apakah kita pernah merasa pendakian gunung bukan hanya soal mencapai puncak atau hanya foto lalu kita bagikan di sosial media lalu turun dan lelah mendera? apakah pernah kita merasa pendakian kita tidak meninggalkan apa-apa selain jejak kaki? bahkan jejak kaki saja itu tak bermanfaat.

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Setidaknya tidak meninggalkan sampah

buat pendakian kita lebih berarti

jabar.tribunnews.com

ini seharusnya menjadi kode etik yang mendasar bagi para pendaki untuk membawa kembali apa yang dia bawa ke gunung, khususnya sampah unorganik. Butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk menguraikan sampah unorganik. Sampah membuat gunung sungguh tidak enak untuk dijelajahi. Serta tidak memilih untuk membakarnya di gunung. Ada banyak gerakan sosial yang menyuarakan "GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH", jika kita ingin perjalan kita berarti setidaknya tidak meninggalkan sampah digunung.

 Hijaukan kembali gunung Indonesia

seperti yang sudah kita tau gunung indonesia sangat rawan akan kebakaran. hal ini mengakibatkan bukan hanya tumbuhan perdu yang mati, tetapi tumbuhan besar seperti pinus dan suren pun ikutan mati. Lalu apakah itu akan kita biarkan? bukan kah kita ingin gunung indonesia menjadi tempat melepas penat untuk kita, anak kita bahkan cucu-cucu kita nantinya?

buat pendakian kita lebih berarti

jateng.metrotvnews.com

Jika ingin pendakian kita lebih berarti dan tidak hanya meninggalkan jejak kaki, bawalah bibit pohon yang dapat kita tanam disana seperti suren dan pinus. jika satu dari tiga pendaki membawa satu bibit pohon saja di setiap pendakiannya maka hasilnya sungguh luar biasa. Setidaknya kita berusaha untuk membuat gunung hidup kembali dan membuatnya bukan hanya gundukan tanah dan batu semata.

"jika satu dari tiga pendaki membawa satu bibit pohon saja di setiap pendakiannya maka hasilnya sungguh luar biasa"

Pendakian kita lebih berarti jika pendakian itu berarti bagi gunung itu juga, bagi tempat bermain kita, bagi tempat kita melepas penat. Setidaknya tulisan ini membuat para pendaki berfikir untuk membawa bibit pohon dan menanamnya ketika mendaki. Aamiin

Tetap hati-hati ya ketika mendaki...