Ada beberapa tipe kawat coil yang dipakai vaping saat ini. Setiap tipe-nya memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat menghasilkan rasa dan cloud yang berbeda pula. Kalau soal rasa itu relative maka ini adalah hal yang menarik bagi para Vaporizer untuk di-kulik sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan. Contohnya saja yang sering kita dengar yaitu Kanthal, Nichrome, dan Stainless Steel. Lalu apa saja perbedaan kawat coil tersebut?

Ada beberapa perbedaan mendasar dari beberapa tipe kawat coil yang dipakai vaping. Yaitu materialnya, daya hantar panas, bentuk hingga harganya. Mari kita bahas jenis/ tipe kawat coil yang biasa digunakan untuk vaping. Penggunaan masing-masing kawat disesuaikan tujuan dari si pengulik / pengguna vape itu sendiri.

Perbedaan RDA, RTA dan RDTA

Kenapa dinamakan kawat Clapton?

Perbedaan Atomizer Authentic dengan Clone

Beberapa Bentuk Tipe Coil Vaping #Microcoil

Iron-Chromium-Aluminum

Tipe Kawat Coil Yang Dipakai Vaping

Bukalapak.com

Atau kita sebut dengan kawat Kanthal merupakan salah satu kawat yang sudah lama digunakan dan menjadi favorit sebagai kawat coil di dunia vaping. Kanthal memiliki keunggulan yaitu memiliki kombinasi kumparan yang tak terbatas yang mendukung resistensi yag berbeda untuk banyak gaya vaping. Kanthal juga memiliki titik suhu maksimal dan titik leleh yang lebih tinggi daripada kawat Nichrome. Sehingga, kawat Kanthal lebih awet daripada nichrome. Harganya yang murah dan mudah didapatkan di vapor store merupakan keunggulan lain dari kawat Kanthal. Namun ada beberapa pengguna yang menyebutkan bahwa kawat ini menghasilkan rasa logam, mungkin karena unsur besi yang ada didalamnya. Namun, kawat ini adalah pilihan cocok untuk pemula yang tertarik untuk membangun alat vape-nya sendiri.

Nickel-Chromium

Tipe Kawat Coil Yang Dipakai Vaping

Bukalapak

Kawat ini sering kita sebut dengan Nichrome yang sering pula mudah kita temukan di vape store. Kawat ini biasa digunakan pada coil vape untuk menghasilkan banyak cloud/asap (cloud-chasing). Walaupun suhu maksimum dan titik leleh nya lebih dari Kanthal tetapi tidak usah khawatir karena kemampuan device yang ada saat ini tidak akan melebihi titih didih logam Nichrome. Tetapi keunggulannya adalah Nichrome akan lebih cepat panas daripada Kanthal. Tetapi Nichrome tidak disarankan untuk digunakan oleh pengguna vape yang alergi nikel.

Titanium

Kawat Titanium adalah kawat yang cukup baru dalam dunia vaping. Titanium memiliki kemampuan dalam mengatur suhu yang sangat baik dibandingkan dengan Ni200. Tetapi dengan harga yang lebih mahal titanium biasa digunakan pada pengatur suhu mod. Hal yang menjadi kelemahan pada Titanium adalah ketika dipanaskan pada suhu lebih dari 600° C akan menghasilkan Titanium Dioxide yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Jika terdapat serbuk putih pada coil, coil lebih baik dibuang dan melilit yang baru. Jika ada keraguan pada coil titanium lebih baik melilit coil yang baru.

Nickel / Ni200

Ni200 terbuat dari nickel murni dan memiliki koofisien temperatur yang sangat tinggi. Layaknya Titanium Ni200 biasa digunakan pada pengatur temperatur mod khususnya pada mod dengan chips DNA. Kawat Nikel sangat lembut dan kenyal, sehingga lebih sulit untuk melilitnya jika dibandingkan dengan Kanthal atau Titanium. Ketika membungkus Nikel, lebih baik untuk memberikan ruang lilit yang terpisah sehingga panas yang merata diseluruh panjang kawat. Jika ada melilit kumparan menyentuh satu sama lain, maka telah ada hotspot potensial yang dapat menyebabkan lilitan untuk konslet. Untuk alasan ini beberapa orang menganggap Ni200 bermasalah, sedangkan orang lain percaya dengan hal itu Ni200 menjadi logam terbaik untuk perangkat Temperature Control.

Chromium-Nickel-Carbon

Atau yang kita sebut dengan Stainless Steel (SS) terdiri dari Chromium-Nikel-Karbon dan merupakan logam yang sangat fungsional karena dapat digunakan untuk kedua modus watt dan kontrol suhu (jika mod mendukungnya). Walaupun tergolong kawat yang baru di pasaran, tetapi kawat SS ini sudah banyak dijual di vape store dengan harga yang cukup murah. Beberapa mods menawarkan modus kustom TCR, dalam hal ini kita bisa menggunakan lilitan Stainless Steel dalam mode kontrol suhu, hal ini akan menghasilkan hasil maksimal selama kita mengatur koefisien suhu dengan benar.

Tipe Kawat Coil Yang Dipakai Vaping

Alibaba.com

Dari beberapa tipe kawat coil yang dipakai vaping di atas kita dapat memilih kawat coil yang sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Jangan lupa soal budget dan ketersediaannya di pasar juga. Untuk semakin mahir, dengan dasar pengetahuan kawat coil di atas kita dapat melakukan perubahan bentuk tipe kawat menjadi Clapton, Fuze, Alien dll sesuai dengan kemampuan kita. Jadi mana yang paling cocok dengan gaya vape mu? 

Tips Membuat (Brewing) Eliquid untuk Pemula

sumber https://misthub.com